Darah rendah atau hipotensi dapat membuat tubuh terasa lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, hingga ingin pingsan. Kondisi ini sering muncul ketika tubuh kekurangan cairan, seseorang berdiri terlalu cepat, atau ada faktor kesehatan tertentu yang memengaruhi tekanan darah.
Secara umum, tekanan darah di bawah 90/60 mmHg tergolong rendah. Namun, angka tersebut tidak selalu berarti masalah jika seseorang tidak mengalami keluhan. Sebaliknya, tekanan darah yang turun dan menimbulkan gejala perlu mendapat perhatian.
Lantas, apa yang harus dilakukan ketika mengalami darah rendah? Berikut beberapa langkah yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
Minum Air yang Cukup
Kekurangan cairan dapat menurunkan volume darah sehingga tekanan darah ikut turun. Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengatasi darah rendah.
Jika mulai merasa pusing atau lemas, segera duduk atau berbaring dan minum air secara perlahan. Kebiasaan minum air secara teratur juga membantu mencegah dehidrasi yang dapat memicu tekanan darah turun.
Bangun dari Duduk atau Berbaring Secara Perlahan
Sebagian orang mengalami tekanan darah turun ketika berpindah posisi, terutama saat berdiri setelah duduk atau berbaring cukup lama. Kondisi ini dikenal sebagai hipotensi ortostatik.
Untuk mengurangi risikonya, jangan langsung berdiri setelah bangun tidur. Duduk terlebih dahulu selama beberapa saat, kemudian berdiri secara perlahan.
Jika rasa pusing muncul setelah berdiri, segera duduk atau berbaring kembali sampai kondisi terasa lebih baik.
Makan dalam Porsi Kecil tetapi Lebih Sering
Makan dalam jumlah besar dapat memicu penurunan tekanan darah pada sebagian orang. Karena itu, membagi makanan menjadi beberapa porsi kecil dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Pilih makanan dengan kandungan gizi seimbang, seperti sumber protein, sayuran, buah, serta karbohidrat dalam jumlah yang sesuai. Pola makan seperti ini juga membantu tubuh mendapatkan energi secara lebih stabil.
Konsumsi Garam Jangan Sembarangan
Garam atau natrium dapat meningkatkan tekanan darah. Karena itu, sebagian orang dengan tekanan darah rendah mungkin mendapat saran untuk meningkatkan asupan garam.
Namun, langkah ini tidak cocok untuk semua orang. Konsumsi garam berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan tertentu. Sebaiknya, tanyakan kepada dokter terlebih dahulu sebelum sengaja menambah garam dalam makanan, terutama jika memiliki kondisi kesehatan lain.
Perhatikan Asupan Makanan yang Mengandung Zat Besi dan Vitamin
Darah rendah tidak selalu terjadi karena kurang minum. Kekurangan zat besi, vitamin B12, atau folat dapat menyebabkan anemia yang kemudian berkaitan dengan keluhan seperti lemas dan pusing.
Karena itu, konsumsi makanan bergizi tetap penting. Daging, telur, ikan, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan sumber vitamin lainnya dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Jika keluhan terus muncul, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui apakah ada anemia atau penyebab lain di balik tekanan darah rendah.
Hindari Berdiri atau Duduk Terlalu Lama
Terlalu lama berada dalam satu posisi dapat memperburuk keluhan pada sebagian orang yang mengalami tekanan darah rendah, terutama ketika berdiri dalam waktu lama.
Jika harus berdiri cukup lama, lakukan gerakan ringan pada kaki dan ubah posisi secara berkala. Aktivitas fisik teratur juga dapat membantu menjaga kebugaran dan sirkulasi tubuh.
Jangan Mengonsumsi Alkohol Berlebihan
Alkohol dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan memperburuk tekanan darah rendah. Karena itu, orang yang sering mengalami hipotensi sebaiknya menghindari atau membatasi konsumsi alkohol.
Bagi masyarakat yang tidak mengonsumsi alkohol, tentu tidak ada alasan untuk mulai mengonsumsinya demi mengatasi darah rendah.
Jangan Menghentikan Obat Tanpa Arahan Dokter
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan tekanan darah turun. Namun, bukan berarti seseorang boleh langsung menghentikan obat ketika mengalami pusing atau tekanan darah rendah.
Jika merasa obat tertentu membuat tekanan darah turun, konsultasikan dengan dokter. Dokter dapat menilai apakah dosis atau jenis obat perlu disesuaikan.
Kapan Darah Rendah Perlu Diperiksa?
Darah rendah yang muncul sesekali tanpa gejala berat belum tentu membutuhkan pengobatan khusus. Namun, pemeriksaan diperlukan jika pusing, lemas, pandangan kabur, sulit berkonsentrasi, atau hampir pingsan sering terjadi.
Segera cari pertolongan medis jika tekanan darah turun sangat drastis dan muncul tanda seperti pingsan, kebingungan, kulit dingin dan lembap, napas cepat atau dangkal, serta denyut nadi yang cepat dan lemah. Kondisi tersebut dapat menandakan masalah serius yang membutuhkan penanganan segera.
Menjaga tekanan darah bukan hanya soal menaikkan angkanya. Yang lebih penting adalah mencari penyebabnya dan menjaga tubuh tetap terhidrasi, mendapatkan nutrisi yang cukup, serta menghindari kebiasaan yang dapat memperburuk keluhan. Jika darah rendah sering terjadi atau mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan dokter menjadi langkah yang tepat.
Baca juga: Cara Menurunkan Berat Badan untuk Mengatasi Obesitas
